MENGELOLAH KUALITAS
Makalah
Ini Di Susun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Kulia Manajemen Operasional Yang
Di Bimbing Oleh
Drs
Eka Kardharpa M.M
Kelompok 6
Gustomiyus
Widarsono (201510160311012)
Duwi
rahayu (201510160311018)
Marseliningsih
(201510160311048)
PRODI MANAJEMAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMASIYAH MALANG
OKTOBER
2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah S.W.T karena atas segala rahmat dan berkatnya sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Laporan ini merupakan
laporan tertulis dari kelompok Manajemen Operasional Jurusan manajeman 2015
Universitas Muhammadiyah Malang .
Makalah
ini ditujukan kepada bapak eka kardharpa sebagai Dosen Mata Kuliah Manajemen
Operasional. Makalah ini membahas tentang Kualitas Manajemen (Quality
Management) yang terdiri dari Kualitas dan strategi, Standar Kualitas
Internasional, Total Quality Management beserta perangkatnya, dan Perana Inspeksi
Pada
kesempatan ini kami selaku mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada
bapak eka kadharoa Dosen Mata Kuliah Manajemen Operasional yang telah
memberikan arahan dan bimbingan dalam menyempurnakan makalah ini.
Penyusun
menyadari bahwa dalam laporan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
sempurna, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari para pembaca untuk perbaikan penulis dimasa yang akan datang. Semoga
laporan ini bermanfaat bagi semua pihak.
Malang, 25 Oktober 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
I.
Latar
belakang
Kualitas adalah obat ajaib bagi perbaikan operasi. Pengelolaan
kualitas membantu membangun strategi-strategi yang sukses dalam diferensiasi
biaya rendah dan respon pelanggan. Perbaikan dalam kualitas akan membantu
perusahaan meningkatkan pangsa pasar dan menekanbiaya, dan keuadanya dapat
meningkatkan profitabilitas.Peningkatan pangsa pasar sering terjadi karena
perusahaan merespon secara cepat harga jual rendah sebagai hasil dari skala
ekonomis dan meningkatkan reputasi kualitas produk. Demikian juga, perbaikan
kualitas akan diikuti oleh penurunan biaya karena perusahaan dapat meningkatkan
produktivitas dan mengurangi kerja ulang, barang sisa dan biaya garansi.
II.
Rumusan
Masalah
1. Bagaiman
pengertian dari kualitas, pengaruh kualitas dan etika manajemen kualitas ?
2. Apa
saja standar kualitas internasional ?
3. Bagaiman
pengertian TQM dan perangkatnya ?
III.
Tujuan
Masalah
1. Mendefinisikan
pengertian dari kualitas, pengaruh kualitas dan etika manajemen kualitas
2. Menguraikan
apa saja standar kualitas internasional
3. Mendefinisikan
pengertian TQM dan perangkatnya
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Mendefinisikan
Pengertian Dari Kualitas, Pengaruh Kualitas Dan Etika Manajemen Kualitas.
a.
Definisi
kualiatas
Kualitas
merupakan kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan
pelanggannya. Terdapat tiga pendekatan dalam hal ini, yang
1.
kualitas berbasis pengguna dimana kualitas
tergantung kepada audiensnya. Pendekatan ini biasanya digunakan oleh orang
pemasaran dan pelanggan. Di bidang pemasaran, kualitas produk/ jasa yg lebih tinggi berarti kinerja yg lebih baik,
fitur (tampilan) yg lebih baik, dan perbaikan lainnya.
2. kualitas
berbasis manufaktur yang biasanya diterapkan oleh manajer produksi. Dalam
pendekatan ini kualitas suatu barang berarti pemenuhan standar dan membuat produk
dengan benar sejak awal.
3. kualitas
itu berbasis produk yang memandang bahwa kualitas sebagai variabel yang pesisi
dan dapat dihitung. Contoh: es
krim yg benar-benar baik memiliki tingkat lemak mentega yg tinggi.
Kualitas
dan Strategi Arnold Palmer Hospital menemukan bahwa kualitas merupakan obat
kuat untuk memperbaiki operasi. Mengelola kualitas membantu mambangun strategi
diferensiasi, biaya rendah, dan respon cepat sukses. Kualitas adalah faktor
penentu keberhasilan bagi perusahaan-perusahaan. Peningkatan kualitas membantu
perusahaan meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya yang kemudian akan
meningkatkan keuntungan. Peningkatan penjualan sering terjadi saat perusahaan
mempercepat respon mereka, merendahkan harga jual, dan meningkatkan reputasi
mereka dengan produk-produk yang berkualitas. Meningkatkan kualitas menurunkan
biaya turun karena perusahaan meningkatkan produktivitas dan menurunkan rework,
bahan yang terbuang, dan biaya garansi. Perusahaan dengan kualitas terbaik lima
kali lebih produktif di bandingkan dengan kualitas yang paling rendah. Kualitas
yang rendah berpengaruh terhadap organisasi secara keseluruhan. Namun dalam hal
ini yang terpenting adalah membangun sebuah organisasi yang dapat mencapai
kualitas dan mempengaruhi organisasi secara keseluruhan. Suatu strategi
kualitas yang berhasil dimulai dengan lingkungan organisasi yang membantu
perkembangan kualitas yang berhasil dan diikuti oleh pemahaman prinsip
kualitas; upaya untuk melibatkan para pekerja dalam aktivitas yang dibutuhkan
untuk mengimplementasikan kualitas.
b.
Pengaruh Kualitas
Kualitas
merupakan elemen yang penting dalam operasi, ada tiga alasan kualitas itu
penting, yaitu:
1. Reputasi Perusahaan. Kualitas
akan muncul sebagai persepsi tentang produk baru perusahaan, kebiasaan pekerjanya,
dan hubungan pemasoknya.
2. Kehandalan Produk.
Pengadilan terus berusaha menghukum organisasi-organisasi yang merancang,
memproduksi, atau mengedarkan produk atau jasa yang penggunaannya mengakibatkan
kerusakan atau kecelakaan. Contohnya: Consumer Product Safety Act.
3. Keterlibatan Global.
Kualitas adalah suatu perhatian internasional. Produk-produk perusahaan yang
akan bersaing di pasar internasional harus memenuhi ekspetasi akan kualitas,
desain, dan harganya secara global.
c. Biaya Kualitas
Adalah
biaya akibat melakukan hal yang salah, yaitu harga yang harus dibayar karena
tidak sesuai dengan standar. Ada empat kategori utama yang dikaitkan dengan
biaya kualitas, yaitu:
Ø Biaya
Pencegahan Biaya yang terkait dengan mengurangi kemungkinan komponen atau jasa
mengalami kerusakan. Contoh: pelatihan, program peningkatan kualitas.
Ø Biaya
Penaksiran Biaya yang dikaitkan dengan proses evaluasi produk, proses,
komponen, dan jasa. Contoh: biaya pengujian, laboraturium, dan pemriksa.
Ø Kegagalan
internal Biaya yang diakibatkan oleh produksi komponen atau jasa yang rusak
sebelum diantarkan ke pelanggan. Contoh: rework, scrap, dan waktu tunggu akibat
mesin rusak
Ø Biaya
Eksternal Biaya yang terjadi setelah pengiriman barang atau jasa yang cacat.
Contoh: rework, barang yang dikembalikan, kewajiban, kehilangan kepercayaan,
dan biaya pada masyarakat. Tiga biaya pertama yang disebutkan diatas dapat
diperkirakan, namun untuk biaya eksternal sangat sulit untuk dihitung. Pada
kondisi keseimbangan, biaya produk yang berkualitas hanyalah sebagian dari
keuntungan. Philip Crosby dan Genichi berpendapat bahwa organisasi yang kalah
adalah organisasi yang gagal berupaya agresif di bidang kualitas.
d.
Etika manajemen
kualitas
Bagi
seorang manajer operasi, memberikan produk dan jasa yang sehat, aman, dan
berkualitas kepada pelanggan adalah salah satu pekerjaan yang terpenting.
Kurangnya proses desain dan produksi, pengembangan produk-produk berkualitas
rendah tidak hanya mengakibatkan biaya produksi yeng lebih tinggi tetapi juga
dapat menimbulkan kecelakaan, tuntutan hukum, dan bertambahnya peraturan
pemerintah.
Jika
sebuah perusahaan yakin telah memperkenalkan sebuah produk yang layak
dipertanyakan, maka tindakan tanggung jawab harus didasari oleh perbuatan etis.
Sebuah perusahaan manufaktur harus menerima tangggung jawab untuk setiap produk
berkualitas rendah atau produk-produk yang terkontaminasi yang mereka pasarkan
kepada masyarakat.
Ada
banyak pihak berkepentingan yang terlibat dalam produksi dan pemasaran
produk-produk berkualitas rendah, termasuk pemegang saham, para pekerja,
pelangan, pemasok, distributor dan kreditor. Dalam hal etika, setiap perusahaan
harus mengembangkan nilai inti yang menjadi panduan sehari-hari untuk semua
orang.
e.
Menguraikan Standar Kualitas Internasional
a.
ISO 9000
Kualitas secara global sangat penting sehingga dunia
bersatu menciptakan kualitas, ISO 9000. ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk
sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu
organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali
dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization
Technical Committee (ISO/TC) 176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk
standar-standar sistem manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan
ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan
menjadi up to date dan relevan untuk organisasi.
b.
Sertifikasi ISO 9000
Untuk memiliki sertifikat ISO 9000, suatu organisasi
harus melalui proses selama 9 hingga 18 bulan yang mencakup dokumentasi
prosedur kualitas, penilaian lapangan, dan serangkaian audit yang terus
berjalan terhadap produk atau jasa yang dihasilkannya.Manfaat ISO 9000:
1. Aspek
Konsistensi Pelaksanaan dan Pengawasan
Ø Memberikan
pendekatan praktik yang sistematis untuk manajemen mutu.
Ø Memastikan
konsistensi untuk memelihara mutu produk/jasa.
Ø Menetapkan
kerangka kerja untuk proses peningkatan mutu lebih lanjut dengan membakukan
proses guna memastikan konsistensi dan mampu menelusuri serta meningkatkan
hubungan antar fungsi yang mempengaruhi mutu
Ø Aspek
Pengendalian Pencegahan.




v Sebagai
sarana pemasaran
v Dapat
meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen/pelanggan
v Dapat
meningkatkan citra dan daya saing perusahaan
v Dapat
meningkatkan produktifitas mutu jasa/produk
v Dapat
memberikan pelatihan yang sistematik kepada staf melalui prosedur dan instruksi
yang baik.
v Mengantisipasi
tuntutan konsumen atas mutu produk dan tingkat persaingan bersama
v Sebagai
dasar/pondasi yang mantap untuk pengembangan mutu selanjutnya menuju manajemen
mutu terpadu
c.
Prinsip Manajemen Mutu ISO 9000








ISO
memperbaharui standarnya pada tahun 2000 menjadi lebih seperti sistem manajemen
kualitas yang lebih terperinci dan disebut ISO 9001:2000.
a.
ISO 14000
Proses internasionalisasi kualitas yang
terus terbukti dengan dikembangkannya ISO 14000. ISO 14000 merupakan standar
manajemen lingkungan yang mengandung lima elemen pokok: manajemen lingkungan,
audit, evaluasi kinerja, pelabelan, dan penilaian siklus hidup.
Standar baru ini memiliki beberapa
kelebihan:
1. Citra
publik yang positif dan ekspos yang berkurang terhadap kewajibannya
2. Pendekatan
sistematis yang baik untuk pencegahan polusi melalui minimalisasi dampak
ekologis dari produk dan aktivitas perusahaan
3. Ketaatan
dengan persyaratan peraturan dan peluang untuk mendapatkan keunggulan bersaing
4. Berkurangnya
kebutuhan untuk melakukan audit majemuk
b.
Sertifikasi ISO 14000
Agar suatu organisasi dianugerahi ISO
14000 mereka harus diaudit secara eksternal oleh badan audit yang telah
terakreditasi. Badan sertifikasi harus diakreditasi oleh ANSI- ASQ, Badan
Akreditasi Nasional di Amerika Serikat, atau Badan Akreditasi Nasional di
Irlandia. Manfaat ISO 14000:
Ø Pengelolaan
lingkungan yang lebih efektif dan efisien dalam organisasi
Ø Untuk
menyediakan peralatan yang berguna dan bermanfaat dan fleksibel sehingga mencerminkan
organisasi yang baik.
Ø Dapat
mengidanfikasi, memperkirakan dan mengatasi resiko lingkungan yang mungkin
timbul.
Ø Dapat
menekan biaya produksi, dapat mengurangi kecelakan kerja, dapat memelihara
hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak – pihak yang peduli
terhadap lingkungan.
Ø Memberi
jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak manajemen puncak terhadap
lingkungan.
Ø Dapat
meningkat citra perusahaan,meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperbesar
pangsa pasar.
Ø Menunjukan
ketaatan perusahaan terhadap perundang – undangan yang berkaitan dengan
lingkungan.
Ø Mempermudah
memperoleh izin dan akses kredit bank.
Ø Dapat
meningkatakan otivasi para pekerja.
c.
Prinsip
Pokok Elemen ISO 14000





f.
Pengertian TQM (Total Quality Management) Dan
Perangkatnya
Total Quality Management (TQM) mengacu
pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari
pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan
arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk
dan jasa penting bagi pelanggan. Ada beberapa elemen bahwa sesuatu dikatakan
berkualitas, yaitu
1. Kualitas
meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
2. Kualitas
mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan
3. Kualitas
merupakan kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap berkualitas saat ini
mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat yang lain).
4. Kualitas
merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia,
proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
a.
Manfaat Program TQM
TQM sangat bermanfaat baik bagi pelanggan,
institusi, maupun bagi staf organisasi.

1. Sedikit
atau bahkan tidak memiliki masalah dengan produk atau pelayanan.
2. Kepedulian
terhadap pelanggan lebih baik atau pelanggan lebih diperhatikan.
3. Kepuasan
pelanggan terjamin.

1. Terdapat
perubahan kualitas produk dan pelayanan
2. Staf
lebih termotivasi
3. Produktifitas
meningkat
4. Biaya
turun
5. Produk
cacat berkurang
6. Permasalahan
dapat diselesaikan dengan cepat.

1. Pemberdayaan
2. Lebih
terlatih dan berkemampuan
3. Lebih
dihargai dan diakui

1. Membuat
institusi sebagai pemimpin (leader) dan bukan hanya sekedar pengikut (follower)
2. Membantu
terciptanya tim work
3. Membuat
institusi lebih sensitif terhadap kebutuhan pelanggan
4. Membuat
institusi siap dan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan
5. Hubungan
antara staf departemen yang berbeda lebih mudah
Tujuh konsep program TQM yang efektif
yaitu perbaikan berkesinambungan, Six Sigma, pemberdayaan pekerja,
benchmarking, just-in-time (JIT), konsep Taguchi, dan pengetahuan perangkat TQM
1.
Perbaikan Berkesinambungan
TQM membutuhkan perbaikan berkesinambungan
yang tidak pernah berhenti yang mencakup orang, peralatan, pemasok, bahan, dan
prosedur. Dasar filosofi ini adalah setiap aspek dari operasi perusahaan dapat
diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah kesempurnaan yang tidak akan pernah dapat
diraih, tetapi selalu diupayakan.Walter Shewhart, pelopor manajemen kualitas,
mengembangkan sebuah model lingkaran yang dikenal sebagai PDCA (plan, do,
check, act) yang menurutnya adalah suatu perbaikan berkesinambungan versinya
sendiri.
2.
Six Sigma
Six sigma adalah program untuk menghemat
waktu, meningkatkan kualitas, dan menurunkan biaya. Six sigma juga merupakan
sebuah sistem yang menyeluruh yaitu suatu strategi karena berfokus pada
kepuasan pelanggan total, disiplin karena mengikuti six sigma improvement model
formal, dan sekumpulan perangkat (lembar perangkat, diagram sebab- akibat,
diagram pareto, diagram alir, histogram, dan statistical process control/SPC)
untuk memperoleh dan mempertahankan kesuksesan dalam bisnis.
Ø Metodologi Six Sigma
Untuk melakukan peningkatan terus menerus
menuju target Six Sigma dibutuhkan suatu pendekatan yang sistematis,
berdasarkan ilmu pengetahuan dan fakta (systematic, scientific and fact based) dengan
menggunakan peralatan, pelatihan dan pengukuran sehingga ekspektasi dan
kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi (Simon, 2005). Saat ini terdapat dua
pendekatan yang biasa digunakan dalam Six Sigma, yaitu :
a. DMAIC
(Define, Measure, Analyze, Improve and Control)
Metodologi DMAIC digunakan saat sudah
terdapat produk atau proses di perusahaan, namun belum dapat mencapai
spesifikasi yang ditentukan oleh pelanggan.
1. Define,
menentukan tujuan proyek dan ekspektasi pelanggan.
2. Measure,
mengukur proses untuk dapat menentukan kinerja sekarang atau sebelum mengalami
perbaikan.
3. Analyze,
menganalisa dan menentukan akar permasalahan dari suatu cacat atau kegagalan.
4. Improve,
memperbaiki proses menghilangkan atau mengurangi jumlah cacat atauu kegagalan.
5. Control,
mengawasi kinerja proses yang akan datang setelah mengalamai perbaikan.
b.
DMADV (Define, Measure, Analyze, Design and Verify)
Metodologi DMADV dapat digunakan pada
tempat / perusahaan yang belum terdapat produk maupun proses atau pada
perusahaan yang sudah memiliki produk maupun proses dan sudah dilakukan
optimisasi (menggunakan DMAIC ataupun metode yang lain) namun tetap saja tidak
bisa mencapai level spesifikasi yang ditetapkan berdasarkan pelanggan atau
sigma level.
1. Define,
menentukan tujuan proyek
2. Measure,
mengukur dan memutuskan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan.
3. Analyze,
menganalisa beberapa proses pilihan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
4. Design,
merancang proses secara terperinci yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
5. Verify,
menguji kemampuan dan kekuatan hasil rancangan agar sesuai dengan kebutuhan
pelanggan.
3.
Pemberdayaan Pekerja
Pemberdayaan pekerja berarti melibatkan
pekerja pada setiap langkah proses produksi. Secara konsisten, literatur bisnis
menyatakan 85% permasalahan kualitas terletak pada bahan dan proses, bukan pada
kinerja pekerja. Oleh karena itu, tugas yamg diperlukan adalah merancang
peralatan dan proses yang dapat memproduksi kualitas yang diinginkan.
Saat terjadi ketidakcocokan kualitas,
kesalahannya jarang terletak pada para pekerja. Entah produknya dirancang
dengan salah atau pekerjanya tidak dilatih dengan benar. Walaupun pekerja dapat
membantu menyelesaikan masalah, jarang terjadi kasus dimana pekerja yang menyebabkan
masalah tersebut.
Teknik
untuk memberdayakan pekerja yaitu :
1. Membina
jaringan komunikasi yang melibatkan pekerja
2. Membentuk
para penyelia yang bersikap terbuka dan mendukung
3. Memindahkan
tanggung jawab dari manajer dan tsaf kepada para pekerja di bagian produksi
4. Membangun
organisasi yang memiliki moral yang tinggi
5. Menciptakan
struktur organisasi formal sebagai tim-tim dan lingkaran-lingkaran kualitas
4.
Benchmarking (patokan)
Benchmarking merupakan pemilihan standar
kinerja yang mempresentasikan kinerja terbaik dari suatu proses atau aktivitas.
Benchmarking meliputi pemilihan standar produk, jasa, biaya atau kebiasaan yang
mewakili suatu kinerja terbaik dari proses atau aktivitas serupa dengan proses
atau aktivitas Anda. Langkah menetapkan benchmark antara lain:
1. Menetapkan
apa yang akan dijadikan benchmark
2. Membentuk
tim benchmark
3. Mengidentifikasi
mitra-mitra benchmark
4. Mengumpulkan
dan menganalisis informasi benchmark
5. Mengambil
tindakan untuk menyamai atau melebihi benchmark
Ukuran-ukuran kinerja khusus yang
digunakan dalam benchmark meliputi persentase cacat, biaya per unit atau per
pesanan, waktu proses per unit, waktu respon layanan, imbal hasil investasi,
tingkat kepuasan pelanggan, dantingkat ingatan pelanggan.
Benchmarking internal dilakukan saat sebuah
organisasi cukup dan memiliki bayak divisi atau unit bisnis. datanya biasanya
jauh lebih mudah diakses daripada data dari luar perusahaan luar dan terdapat
suatu unit internal yang memiliki kinerja lebih tinggi dan dapat diteladani.
5.
Just in Time (JIT)
Konsep JIT diadakan untuk perbaikan
berkesinambungan dan penyelesaikan masalah. Dalam konsep JIT, barang diproduksi
dan diantarkan saat mereka dibutuhkan (saat ada permintaan). JIT berkaitan
dengan kualitas dalam tiga hal:
1. JIT
memangkas biaya kualitas. Hal ini terjadi karena rework, scrap, investasi
persediaan dan biaya akibat barang yang rusak berkaitan langsung dengan
persediaan yang ada. Dengan penerapan JIT berarti hanya terdapat sedikit
persediaan, biayanya juga lebih rendah. Selain itu, persediaan menyembunyikan
kualitas yang buruk.
2. JIT
meningkatkan kualitas. Karena mempersingakat lead time, JIT juga menjaga bukti
kesalahan tetap baru dan membatasi jumlah sumber kesalahan yang potensial. Oleh
karena itu, JIT menciptakan sebuah sistem peringatan akan adanya permasalahan
kualitas, baik dalam perusahaan maupun dengan para penjual.
3. Kualitas
yang lebih baik berarti persediaan yang lebih sedikit, serta sistem JIT yang
lebih baik dan mudah digunakan. Tujuan memiliki persediaan adalah melindungi
kinerja produksi yang buruk yang disebabkan oleh kualitas yang tidak dapat
diandalkan. Jika kualitasnya konsisten, maka JIT membuat perusahaan dapat
mengurangi semua biaya yang terkait pada persediaaan.
6.
Konsep Taguchi
Genichi Taguchi memberikan tiga konsep
yang bertujuan memperbaiki kualitas produk dan proses, yaitu ketangguhan
kualitas (quality robustness), fungsi kerugian kualitas (quality loss
function-QLF) dan kualitas berorientasi sasaran (target-oriented quality)
Produk berkualitas tangguh (quality
robust) adalah produk yang dapat diproduksi secara beragam dan konsisten dalan
segala kondisi manufaktur dan lingkungan yang kurang baik dan bukan
menghilangkan penyebabnya. Taguchi menyarankan bahwa menghilangkan pengaruh
biasanya lebih murah daripada menghilangkan penyebab, dan lebih efektif dalam
memproduksi produk yang tangguh. Dengan cara ini, variasi kecil dalam bahan dan
proses tidak akan mengganggu kualitas produk.
Quality loss function (QLF)
mengidentifikasikan semua biaya yang berkaitan dengan kualitas rendah dan
menunjukan bagaimana biaya ini meningkat jika kualitas produk semakin jauh
dengan keinginan pelanggan. Biaya ini tidak hanya meliputi ketidakpuasan
pelanggan, tetapi juga biaya garansi dan jasa, biaya pemeriksaan internal,
perbaikan, scrap, dan biaya- biaya yang dianggap sebagai biaya bagi masyarakat.
Kualitas berorientasi sasaran (target- oriented quality) merupakan sebuah
filosofi perbaikan terus menerus untuk membuat kualitas produk tepat sesuai
dengan sasaran.
b.
Perangkat TQM

1. Data
dapat dicatat dengan mudah
2. Data
dapat dipahami dengan mudah
3. Mencegah
terjadinya data hilang (missing data)
4. Dapat
menentukan sumber persoalan
5. Memungkinkan
pemecahan persoalan dengan cepat
6. Dipakai
untuk memeriksa beberapa item secara bersamaan
7. Memungkinkan
pengklasifikasian/penstrataan data

Langkah-langkah
pembuatan Diagram Tebar
v Langkah
1: Kumpulkan data dan masukkan dalam table
v Langkah
2: Gambarkan sumbu tegak dan sumbu datar beserta skala dan keterangannya
v Langkah
3: Gambarkan titik-titik koordinat data tersebut

Manfaat:
v Mengorganisasikan
dan menghubungkan faktor-faktor
v Sebagai
sarana untuk urun pendapat (brainstorming)
v Melibatkan
setiap orang yang terkait
Kekurangan:
v sangat
kompleks
v Memerlukan
dedikasi dan kesabaran
v Bisa
jadi sulit dalam memfasilitasinya

v Tetapkan
klasifikasi data
v Tentukan
kerangka waktu
v Kumpulkan
data
v Rangking
penyebab-penyebab (causes)
v Bangun
Tabel
v Gambarkan
Histogram

v Untuk
memahami proses
v Mengidentifikasi
perbaikan yang mungkin dapat dilakukan
v Membantu
pekerja untuk mengetahui, dimana posisi mereka di dalam proses
v Membangkitkan
dukungan melalui partisipasi.

Histogram merupakan alat yang
menggambarkan penyebaran distribusi frekuensi, yaitu pengaturan data
berdasarkan magnitude, berupa grafik balok. Balok-balok yang terdapat dalam
histogram dihasilkan dari persamaan sturge yang memberikan jumlah kelas-kelas
data yang terdapat dalam grafik histogram setelah kita mendapatkan perkiraan
jumlah kelas, dapat diperoleh interval kelas dengan membagi range data dengan
jumlah kelas yang diperoleh.

Statistical
Process Control (SPC) atau Pengendalian Proses Statistikal adalah seperangkat
alat pemecahan masalah yang baik, berguna dalam mencapai stabilitas proses dan
memperbaiki kapabilitas melalui pengurangan variabilitas.
A.
Peranan Inspeksi
Sebuah sistem operasi yang baik mempunyai
suatu pengendalian atas proses yang dilakukan. Tugas manajemen operasi bukan
hanya membuat sistem-sistem, namun juga memastikan sistem tersebut memenuhi
standar dengan inspeksi. Inspeksi ialah suatu cara memastikan operasi telah mencapai
kualitas yang diharapkan.
Inspeksi meliputi pengukuran, perasaan,
perabaan, penimbangan, atau pemeriksaan produk dengan tujuan menemukan proses
yang buruk sesegera mungkn. Perlu diingat, inspeksi tidak memperbaiki
kekurangan dalam sistem atau atau cacat pada produk atau mengubah suatu produk
dan meningkatkan nlainya. Inspeksi hanya berfungsi menemukan kekurangan atau cacat.Inspeksi
utamanya berfokus pada dua masalah besar, yaitu
(1) Kapan inspeksi dilakukan dan
(2)
Dimana inspeksi dilakukan. Memutuskan kapan dan dimana inspeksi dilakukan
bergantung pada jenis proses dan nilai tambah pada setiap tahap. Inspeksi dapat
dilakukan pada salah satu tuitik berikut:
1. Di
pabrik pemasok saat pemasok melakukan proses produksi
2. Saat
menerima produk dari pemasok (supplier)
3. Sebelum
melakukan proses yang mahal dan tidak dapat dikembalikan
4. Selama
tahap-tahap proses produksi
5. Saat produk selesai dibuat
6. Sebelum
pengantaran ke konsumen
7. Pada
titik kontak dengan pelanggan
Meski begitu, inspeksi bukanlah solusi
sempurna yang tidak memiliki kekurangan. Pada suatu percobaan, 110 produk cacat
digabungkan dengan lot produk yang sempurna kemudian dilakukan inspeksi.
Hasilnya, pada inspeksi pertama, pengawas hanya menemukan 68 barang cacat, tiga
kali tahap inspeksi untuk menemukan 30 barang cacat berikutnya, dan 2 barang
cacat tidak pernah ditemukan. Karena itu, proses yang baik dan pemberdayaan
pekerja merupakan solusi yang lebih baik daripada melakukan inspeksi.
Inspeksi terbaik adalah inspeksi yang
dilakukan pada sumber produksi. Hal ini disebut inspeksi sumber. Idenya adalah
setiap pemasok, proses, dan pekerja memperlakukan langkah berikutnya dalam
proses sebagai pelanggan sehingga memastikan produknya tiba dengan sempurna di
pelanggan sebenarnya.
Inspeksi dapat dibantu dengan dengan
penggunaan daftar periksa dan pengendalian seperti perangkat yang aman dari
kesalahan yanag disebut poka-yoke. Poka-yoke adalah alat atau teknik bebas
kesalahan yang memastikan produksi produk yang baik setiap saat. Contohnya
mulut selang pompa bensin, ukuran standar karton kentang gorang di McDonald’s,
dan perlatan paket operasi di rumah sakit.
Pada
organisasi berorientasi jasa, titik inspeksi ditetapkan pada lokasi yang luas.
Inspeksi terbagi dua berdasarkan karakteristik kualitas. Inspeksi atribut
adalah inspeksi yang menggolongkan barang cacat atau baik tanpa mencantumkan
keterangan derajat kecatatan. Inspeksi variabel adalah inspeksi yang
menggolongkan barang ke dalam suatu kontinum seperti dimensi, ukuran, berat,
kecepatan, dan kekuatan.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari pembuatan makalah ini kami dapat
mengambil kesimpulan antara lain: Kualitas merupakan kemampuan suatu produk
atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Total Quality Management (TQM)
mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai
dari pemasok hingga pelanggan. Tujuh konsep program TQM yang efektif yaitu
perbaikan berkesinambungan, Six Sigma, pemberdayaan pekerja, benchmarking,
just-in-time (JIT), konsep Taguchi, dan pengetahuan perangkat TQM
B.
SARAN
Adapun saran yang bisa kami berikan
antara lain :
1. Dalam
membuat makalah sebaiknya menggunakan berbagai referensi dari berbagai sumber
untuk menambah informasi tentang Quality Management
2. Dalam membuat makalah sebaiknya menggunakan
bahasa yang baku sesuai dengan EYD
DAFTAR PUSTAKA
Jay Heizer dan Barry Render, 2009, Operations Management, 9th ed,
Pearson Int’l
Chase, Jaqobas, Aquilano, 2007, Operations Management for Competitive
Advantage, 10th ed, Mc Graw Hill
www.google.com/manajemen+kualitas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar