Makalah
Ini Di Susun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Kulia manajemen pemasaran Yang Di
Bimbing Oleh
Drs
Dicky Wisnu. M.M

Kelompok 6
Dimas
Agung J.P (201510160311007)
Duwi
rahayu (201510160311018)
Syarif
gady (201510160311044)
Yulia
citra A. (201510160311015)
Okta
adi saputra (201510160311031)
PRODI MANAJEMAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMASIYAH MALANG
OKTOBER
2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat,inayah
taufik dan hidayahnya sehingga penulisan makalah yang berjudul Pasar Dan
Perilaku Konsumen, ini dapat selesai sesuai waktu yang telah di tentukan.
Makalah ini di susun untuk memenuhi ketuntasan nilai dalam mata kuliah Manajemen
Pemasaran. Makalah ini berisi tentang
pasar dan perilaku konsumen. Harapan saya semoga makalah ini membantu
menambah pengetahuan tentang perilaku konsumen dalam pasar.
Makalah
ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki masih
sangat kurang. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada. Drs
Dicky Wisnu. M.M selaku guru mata kuliah Manajeman Pemasaran dan kepada semua
pihak yang telah memberi kritik dan saran dalam rangka menyempurnakan makalah
ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas amal yang telah diberikan
kepada kami dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan
masyarakat pada umumnya. Amiin.
BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan usaha bisnis dalam era
globalisasi saat ini semakin pesat, ditandai dengan tingkat persaingan antar
perusahaan yang semakin tinggi dan ketat. Keadaan tersebut menyebabkan
perusahaan pada umumnya berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup,
mengembangkan perusahaan, memperoleh laba optimal serta berusaha memperkuat
posisi perusahaan dalam menghadapi perusahaan pesaing.
Perusahaan yang
menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun
barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu
perusahaan juga ingin memberikan kepuasan atas produk yang dihasilkannya,
karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam
menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Pemasaran merupakan
salah satu ilmu ekonomi yang telah berkembang, dan sampai pada saat sekarang
ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa
bertahan di dalam pangsa pasar. Oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran
yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam
memasarkan produknya
Perilaku konsumen
adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian,
pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi
memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang
mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga
jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan
mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi proses pengambilan keputusan
dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.
1.
Apa
model perilaku konsumen?
2.
Apa
yang mempengaruhi perilaku konsumen?
3.
Apa
saja tahap dalam proses keputusan membeli?
4.
Bagaimana
perilaku konsumen?
1.
Mengetahui
model perilaku konsumen
2.
Mengetahui
factor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
3.
Mengetahui
tahap-tahap dalam peroses keputusan membeli
4.
Mengetahui
perilaku konsumen
BAB II
PEMBAHASAN
Sebuah
perusahaan yang memahami bagaimana pelanggan /konsumen akan bereaksi terhadap
berbagai bentuk produk, harga, iklan, maka perusahaan tersebut akan lebih baik
dari perusahan- perusahaan yang menjadi pesaingnya. Ransangan pada kotak dari
luar yang terdiri dari dua komponen yaitu pemasaran dan lingkungan. Ransangan
pemasaran meliputi, produk, harga, tempat dan promosi, sedangkan rangsangan
lingkungan meliputi, ekonomi, teknologi, politik, dan kebudayaan.
Para tenaga pemasaran mengidentifikasi ada
4 faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
1. Pengaruh
Psikologis

Kebutuhan yang mendesak
untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Kebutuhan
manusia diatur menurut sebuah hirearki, dari yang paling mendesak sampai paling
tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, social, harga diri,
pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah
terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut
akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya.

Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsanganyang sama.

Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterimamaupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi indicidu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama.

Sikap adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderunagn yang relative konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide.
2. Pengaruh
Pribadi

Keadaan ekonomi
seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan
konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah.

Pola kehidupan
seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang
tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan
yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda.

Kepribadian adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensive, mudah berapdaptasi, agresif.
3. Pengaruh Sosial

Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group.

Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian, para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda.

Seseorang memiliki
beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah
role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan
sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang
merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat.
4.
Pengaruh Budaya

Sekelompok orang yang berbagi system nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah.

Pengelompokan individu
berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya
ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga
oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya.
Walaupun
seluruh faktor ini berdampak besar pada pilihan konsumen, beberapa konsumen
misalnya, memperlihatkan loyalitas terhadap merk tertentu yang berarti mereka
membelin karena puas dengan kinerja atas merk produk tersebut. Orang seperti
itu lazimnya setia terhadap merk produk yang telah mereka gunakan.
Produk-produk tersebut seringkali mencerminkan pengaruh sosial dan psikologi
terhadap konsumen tersebut.
Seseorang
apabila akan membeli suatu produk, tentunya bukan merupakan suatu hal yang
kebetulan. Hal ini melalui proses yang panjang dan mempunyai beberapa tahapan.
Antara tahapan satu dengan yang lain saling berkaitan dan berpengaruh. Sesuai
dengan apa yang dinyatakan oleh Kotler (1998:162), bahwa proses keputusan
membeli melalui lima tahap yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi,
evaluasi alternatif, keputusan membeli dan tahapak hirperilaku setelah membeli.
Model tahapan proses membeli diatas digunakan, apabila produk yang akan dibeli
oleh konsumen adalah baru atau sesuatu barang yang memerlukan pertimbangan
tinggi dan lama dalam pembeliannya, misalnya mobil, rumah, komputer. Seseorang
akan membeli sebuah rumah tertentu apabila sudah ada pertimbangan yang matang
dan persiapan yang baik pula.
Tetapi seperti barang keperluan
sehari-hari misalnya sabun mandi, pasta gigi, ini tidak perlu melewati lima
tahap diatas, bahkan apabila merek barang tersebut sudah menjadi barang kebiasaan
Pengenalan
masalah merupakan proses pembelian yang di mulai apabila konsumen menyadari
suatu masalah atau kebutuhan, kesadaran akan kebutuhan juga sering terjadi saat
konsumen memiliki peluang untuk mengubah kebiasaan pembeliannya. Misalnya
setelah melahirkan anak kembar, Anda menyadari bahwa apartemen berkamar satu
anda menjadi kecil sehingga anda perlu menggantinya dengan ukuran yang lebih
besar.berikut langkah-langkah yang dilakukan oleh konsumen meliputi:
1.
Pengenalan Masalah
Pengenalan
masalah merupakan proses pembelian yang di mulai apabila konsumen menyadari
suatu masalah atau kebutuhan, kesadaran akan kebutuhan juga sering terjadinsaat
konsumen memiliki peluang untuk mengubah kebiasaan pembeliannya. Misalnya
setelah melahirkan anak kembar, Anda menyadari bahwa apartemen berkamar satu
anda menjadi kecil sehingga anda perlu menggantinya dengan ukuran yang lebih
besar.
2. Pencarian informasi:
Apabila
telah menyadari kebutuhan mereka, konsumen sering mencari informasi atau
referensi dari sumber-sumber pribadi, pemasaran, masyarakat umum, dan
pengalaman. Sebagai contoh: jika Anda pindah ke kota baru, Anda ingin mencari
restoran, swalayan dan sebagainya di daerah Anda. Untuk mendapat informasi
tersebut, Anda dapat menayakan kepada sumber-sumber pribadi seperti kenalan,
rekan kerja, saudara.
3.
Evaluasi alternative
apabila
Anda berada di pasar untuk membeli suatu produk timbullah beberapa pertanyaan
dalam benak Anda tentang produk yang ingin Anda beli. Dari informasi yang telah
Anda kumpulkan Anda akan mempertimbangkan pilihan Anda dan memutuskan produk
mana yang paling memenuhi kebutuhan Anda. Keputusan pembelian: proses yang di
ambil oleh konsumen dalam membuat keputusan membeli. Keputusan membeli
didasarkan atas 2 motif yaitu rasional dan emosional. Motif rasional adalah
alasan konsumen dalam membeli suatu produk yang didasarkan pada evaluasi yang
logis dari atribut-atribut produk: biaya, kualitas, dan kegunaan. Motif
emosional adalah alasan konsumen membeli suatu produk yang didasarkan pada
faktor-faktor yang non objektif.
4.
Keputusan Pembelian
Keputusan
pembelian: proses yang di ambil oleh konsumen dalam membuat keputusan membeli.
Keputusan membeli didasarkan atas 2 motif yaitu rasional dan emosional. Motif
rasional adalah alasan konsumen dalam membeli suatu produk yang didasarkan pada
evaluasi yang logis dari atribut-atribut produk: biaya, kualitas, dan kegunaan.
Motif emosional adalah alasan konsumen membeli suatu produk yang didasarkan
pada faktor-faktor yang non objektif.
5. Perilaku pasca pembelian:
pemasaran mencakup proses konsumsi. Jadi,
apa terjadi setelah penjualan juga menjadi penting, tenaga pemasaran ingin
konsumennya puas setelah mengkonsumsi produknya. Tidak semua konsumen puas
terhadap pembeliannya. Konsumen yang tidak puas pasti tidak akan lagi membeli
produk yang sama. Selain itu konsumen yang tidak puas lebih cenderung mengumbar
pengalaman yang buruk kepada konsumen yang lain. Sehingga para tenaga ahli
perlu melakukan evaluasi terhadap yang telah terjual. Faktor-faktor pemasaran
yang mempengaruhi pembelian konsumen adalah produk, penetapan harga,
distribusi, dan promosi
Menurut Drs. Basu Swastha Dharmmestha
(1999) dalam Manajemen Pamasaran tentang Analisa Perilaku Konsumen menyebutkan
bahwa konsumen membeli barang dan jasa adalah untuk memuaskan berbagai
keinginan dan kebutuhan. Barang dan jasa itu sendiri tidaklah sepenting
kebutuhan dan keinginan manusia yang dipenuhinya, melainkan karena
barang-barang tersebut dianggap dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkannya.
Jadi, yang dibeli konsumen bukanlah barangnya sendiri, tetapi kegunaan yang
dapat diberikan barang tersebut, atau dengan kata lain, kemampuan barang
tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Ada beberapa macam definisi spesifik
mengenai perilaku konsumen,diantaranya sebagaiberikut: Perilaku konsumen adalah
aktivitas-aktivitas individu dalam pencarian, pengevaluasian, pemerolehan,
pengonsumsi, dan penghentian pemakaian barang dan jasa (Craig-Lee,
Joy&Browne, 1995 dalam bukunyaFandyTjiptono,2004). Perilaku konsumen adalah
studi mengenai proses-proses yang terjadi saat individu atau kelompok
penyeleksi, membeli, menggunakan, atau menghentikan pemakaian produk, jasa,
ide, atau pengalaman dalam rangka memuaskan keinginan dan hasrat tertentu.
(Solomon, 1999 dalam bukunya Fandy Tjiptono,2004).
Perilaku Konsumen adalah perilaku yang
ditunjukkan oleh konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi,
dan menghentikan konsumsi produk, jasa, dan gagasan" (Schiffman &
Kanuk,2000 dalam bukunnya Fandy Tjiptono,2004). Perilaku konsumen adalah studi
mengenai individu, kelompok atau organisasi dan proses-proses yang dilakukan
dalam memilih, menentukan, mendapatkan, menggunakan, dan menghentikan pemakaian
produk, jasa, pengalaman, atau ide untuk memuaskan kebutuhan serta dampak
proses-proses tersebut terhadap konsumen dan masyarakat
(Hawkins,
Best & Coney, 2001 dalam bukunya Fandy Tjiptono,2004). Perilaku konsumen
adalah Aktivitas mental dan fisik yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga
(konsumen akhir) dan pelanggan bisnis yang menghasilkan keputusan untuk
membayar, membeli, dan menggunakan produk dan jasa tertentu (Sheth &
Mittal,2004 dalam bukunya Fandy Tjiptono,2004).
Dalam
Kutipannya (Fandy Tjiptono) menegaskan 3 (tiga) aspek utama dimensi perilaku
konsumen, yaitu:
1. Tipe
Pelanggan meliputi:
a. Konsumen
akhir atau konsumen rumah tangga, yaitu konsumen yang melakukan pembelian untuk
kepentingan diri sendiri, keluarga, atau keperluan hadiah bagi teman maupun
saudara, tanpa bermaksuduntukmenjualbelikannya.Dengankata lain, pembelian
dilakukan semata-mata untuk keperluankonsumsisendiri.
b. Konsumen
Bisnis (disebut pula konsumen organisasional, konsumen industrial, atau
konsumen antara) adalah jenis konsumen yang melakukan pembelian untuk keperluan
pemrosesan lebih lanjut, kemudian dijual (produsen); disewakan kepada pihak
lain; dijual kepada pihak lain (pedagang); digunakan untuk keperluan sosial dan
kepentingan publik (pasar pemerintah dan organisasi). Dengan demikian, tipe
konsumen ini meliputi organisasi bisnis maupun organisasi nirlaba (seperti
rumah sakit, sekolah, instansi pemerintah, Lembaga Swadaya
Masyarakat,dansebagainya).
2. Peranan
konsumen terdiri atas hal-hal sebagai berikut
a. User
adalah orang yang benar-benar (secara aktual) mengonsumsi atau menggunakan
produk atau mendapatkan manfaat dari produk atau jasa yang dibeli.
b. Payer
adalah orang yang mendanai atau membiayai pembelian.
c. Buyer
adalah orang yang berpartisipasi dalam pengadaan produk dari pasar. Masing-masing
peranan di atas bisa dilakukan oleh satu orang, bisa pula oleh individu yang
berbeda. Jadi seseorang bisa menjadi user sekaligus payer dan buyer. Selain
itu, bisa juga individu A menjadi payer, B menjadi user, C menjadi buyer. Itu semua tergantung
kepada konteks atau situasi pembelian.
3. Perilaku pelanggan,terdiriatas:


Cara mempertahankan pelanggan yaitu bahwa
dalam berbisnis ada dua faktor yang perlu diperhatikan baik-baik, yaitu pelanggan
dan kompetitor.Kita harus selalu waspada pada dua faktor ini karena nanti
mungkin akan kecolongan pelanggan disebabkan kelalaian mewaspadai langkah
kompetitor. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui dengan pasti
apa keinginan pelanggan? Cobalah selalu dapat memuaskan pelanggan. Untuk
mengetahuinya, tentu saja harus diadakan survey. Ada banyak cara melakukan
survey pasar dan tidak harus kaku atau terpatok pada aturan-aturan resmi. Anda
bisa juga mewawancarai beberapa orang dengan cara mengobrol biasa.Gali dan temukan
informasi dari berbagai sumber. Pelanggan terbaik adalah prospek terbaik bagi
para pesaing. Jika satu pelanggan lolos dari pegangan, maka anda harus
bertanya, apakah pesaing menawarkan produk atau jasa lebih baik, atau mungkin
mereka lebih bagus dalam bisnis. Dengan mengembangkan metode survey misalnya
dengan brainstorming, focus group discussion, riset pasar, atau cara-cara lain.
Mengetahui keinginan pelanggan itu
penting, namun faktanya banyak perusahaan melupakannya. Untuk mengetahui
perilaku pasar, yang mana bahwa perilaku konsumen selalu berubah setiap waktu
dan tidak bisa dipastikan kapan waktunya, maka sebuah perusahaan perlu
mengadakan riset pasar. Sehingga, produk yang ditawarkan akan diterima dan bias
memuaskan mereka.Citarasa dan kebutuhan produk dan pelayanan makin meningkat
dan bervariasi diiringi dengan daya kritis yang tinggi. Menghadapi tuntutan
yang semakin canggih tersebut ,ada beberapa hal yang perludi ingat:
a. Sebuah
perusahaan dituntut untuk menawarkan derajat kepuasan yang memenuhi harapan
atau bahkan melampauinya.
b. Sebuah
perusahaan juga harus mengantisipasi ancaman dari pesaing yang mungkin
melakukan hal yang sama, atau bahkan melampaui apa yang diberikan perusahaan
kepada pelanggan.
c. Sebuah
perusahaan juga harus memperhatikan kemapuan intern dalam menghadapi perubahan-
perubahan. Dalam bisnis, kita harus jeli melihat perkembangan bisnis terutama
yang berhubungan langsung dengan pelanggan.
Hal paling penting, jangan kecewakan
pelanggan. Jika kebetulan bisnis anda mengalami penurunan, hal pertama yang
perlu diselidiki adalah konsumen. Apakah konsumen sudah tidak puas dengan
produk yang anda tawarkan? apakah kompetitor berhasil menemukan cara lebih
baik? Saatnya mengadakan riset kecil dengan pelanggan, caranya bias dengan:
a. Berusaha
lebih dekat ke pelanggannya sambil berbincang-bincang dengan mereka. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui bagaimana pendapat pelanggan terhadap pelayanan atau
produk yang diberikan perusahaan Anda. Tanyakan juga apa yang diberikan
kompetitor dan apa saja yang mereka ketahui tentang mereka.
b. Melakukan
penyelidikan langsung ke kompetitor (MarketingIntelligence). Setelah riset
dilakukan, mulailah merumus permasalahan kemudian mencari solusi paling tepat untuk
mengatasinya
Pemasaran adalah proses
perencanaan dan pelaksanaan konsepsi penetapan harga, promosi, dan distribusi
dari gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan
organisasi. Manajer pemasaran perusahaan bertanggung jawab atas perencanaan
dalam pelaksanaan seluruh kegiatan bauran pemasaran yang menghasilkan
perpindahan barang atau jasa kepada konsumennya. Kegiatan-kegitannya itu puncaknya
adalah rencana pemasaran. Strategi yang rinci dan terfokus untuk mengarahkan
bauran pemasaran agar dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan
demikian, strategi pemasaran sebenarnya berawal sewaktu perusahaan
mengidentifikasi adanya kebutuan konsumen dan mengembangkan produk untuk memenuhinya.
Perilaku konsumen
adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang
semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau
mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Banyak faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen, diantaranya faktor budaya, sosial, psikologis, dan faktor
marketing strategy. Keterkaitan perusahaan atau produsen sangatlah erat.
Produsen memiliki ketergantungan terhadap prilaku konsumen yang mempengaruhi
efektifitas penjualan. Proses pengamatan produsen terhadap perilaku konsumen
akan memberikan hasil yang menentukan strategi pemasaran. Inilah alasan mengapa
produsen perlu mengamati prilaku produsen.
Dalam memutuskan suatu pembelian, ada beberapa tahap yang dilakukan konsumen, diantaranya pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif dan keputusan pembelian. Beberapa tipe proses pembelian konsumen diantaranya proses complex decision making, proses brand loyalty, limited decision making dan proses intertia.
Dalam memutuskan suatu pembelian, ada beberapa tahap yang dilakukan konsumen, diantaranya pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif dan keputusan pembelian. Beberapa tipe proses pembelian konsumen diantaranya proses complex decision making, proses brand loyalty, limited decision making dan proses intertia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar